Militer Filipina Serang Sekelompok Gerilyawan Muslim di Cotaba
Militer Filipina melancarkan serangan terhadap sempalan kelompok
gerilyawan Muslim Gerakan Pembebasan Islam Bangsa Moro di propinsi
Cotabato Utara, Sabtu (10/8).
Militer Filipina hari Sabtu melancarkan serangan terhadap sempalan
kelompok gerilyawan Muslim yang menentang kesepakatan damai dan telah
mengklaim bertanggungjawab atas serangkaian serangan bom baru-baru ini
yang melukai tujuh tentara di Filipina Selatan.
Kolonel Dickson Hermoso dari Divisi Infantri ke-6 Militer Filipina
mengatakan pertempuran terjadi Sabtu dini hari antara militer dan
Gerakan Pembebasan Islam Bangsa Moro di propinsi Cotabato Utara.
Kelompok itu meledakkan sebuah bom pinggir jalan hari Rabu di dekat
propinsi Maguindanao, yang melukai tujuh tentara. Kelompok ini
mengingatkan akan kemungkinan serangan lain.
Gerakan Pembebasan Islam
Bangsa Moro adalah sempalan dari kelompok Pembebasan Islam Moro MILF
yang telah menandatangani perjanjian perdamaian pendahuluan dengan
pemerintah Filipina.
Gubernur Cotabato Utara Emmylou Mendoza mengatakan sekitar dua ribu
orang mengungsi dari rumah mereka karena khawatir terjebak pertempuran.
Serangan serupa dilancarkan sebelumnya terhadap kelompok Abu Sayaf yang
terkait al-Qaida di propinsi Basilan, untuk menghentikan para militan
memproduksi bom yang digunakan dalam serangan di kota-kota Filipina
Selatan. Sedikitnya seorang tentara dan tujuh militan tewas dalam
pertempuran di Basilan hari Kamis lalu.
Kelompok Abu Sayyaf dikenal karena kerap melakukan serangan bom,
menculik demi uang tebusan dan memenggal kepala korban. Amerika dan
Eropa memasukkan kelompok ini dalam daftar organisasi teror.
Beberapa serangan bom dalam dua pekan terakhir di Filipina Selatan telah
menewaskan 16 orang dan melukai 100 lainnya.(Reuters/VOA/SAMO News)

Tidak ada komentar