Pesawat Militer AS Evakuasi Staf Kedubes di Yaman
Departemen Luar Negeri Amerikat Serikat, Selasa 6 Agustus, memerintahkan
warganya dan staf pemerintah yang tidak penting untuk segera
meninggalkan Yaman dengan alasan ancaman keamanan.
Washington mengatakan penutupan misi mereka di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah merupakan tindakan untuk berjaga-jaga.
Langkah pengamanan ekstra diambil karena tersadapnya pembicaraan antara dua tokoh al-Qaida, termasuk pemimpin utamanya, Ayman al-Zawahiri, seperti dilaporkan sejumlah media Amerika Serikat.
Keamanan di ibukota Yaman, Sanaa, ditingkatkan dengan pengerahan ratusan kendaraan lapis baja di sekitar istana presiden, sarana vital, maupun kedutaan asing, seperti dilaporkan wartawan BBC, Abdullah Ghorab.
Inggris juga telah mengevakuasi semua staf di kedutaan besarnya di Yaman, dan 19 kedutaan besar dan konsulat Amerika di kawasan Timur Tengah dan Afrika akan tetap ditutup sepanjang minggu ini.
Sejumlah laporan media Amerika mengatakan badan-badan intelijen menyadap komunikasi antara pemimpin al-Qaida Ayman al-Zawahri di Pakistan dan kepala al-Qaida cabang Yaman, Nasir al-Wuhayshi. Laporan itu mengatakan al-Zawahri memerintahkan cabang Yaman melakukan serangan paling cepat Minggu lalu. Tetapi Amerika tidak bisa memastikan waktu dan lokasi kemungkinan serangan itu.
Menurut sebuah sumber keamanan yang tidak
bersedia disebutkan namanya, dinas intelijen Yaman mendapati puluhan
anggota a-Qaida sudah tiba di Sanaa dalam waktu beberapa hari belakangan
dari berbagai tempat untuk melaksanakan rencana serangan.
Baik Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa ancaman terbaru berasal dari kelompok al-Qaida Semenanjung Arab, AQAP, namun tidak memerinci lebih lanjut.
Peringatan bagi warga Amerika untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, yang dikeluarkan pekan lalu, tetap berlaku hingga akhir Agustus.
Beberapa negara Eropa juga menutup misi mereka di Yaman dan Departemen Luar Negeri Inggris menyarankan agar warganya tidak melakukan perjalanan ke Yaman.(AP/Reuters/VOA/BBC)
Sebuah pesawat militer Amerika Serikat yang mengangkut sejumlah diplomat
telah meninggalkan Yaman menuju pangkalan militer di Jerman.
Departemen Luar Negeri Amerika memerintahkan evakuasi staf non-esensial terkait apa yang disebutnya potensi serangan teroris yang “sangat tinggi.”
Deplu AS telah mengeluarkan peringatan perjalanan di Yaman dan mengimbau warga Amerika yang tetap tinggal di sana agar membatasi perjalanan.
Seruan itu dikeluarkan setelah penutupan 20 kedutaan dan konsulat
Amerikat Serikat sejak Minggu (04/07) dan beberapa akan tetap tutup hingga Sabtu akhir pekan ini.
Departemen Luar Negeri Amerika memerintahkan evakuasi staf non-esensial terkait apa yang disebutnya potensi serangan teroris yang “sangat tinggi.”
Deplu AS telah mengeluarkan peringatan perjalanan di Yaman dan mengimbau warga Amerika yang tetap tinggal di sana agar membatasi perjalanan.
Langkah pengamanan ekstra diambil karena tersadapnya pembicaraan antara dua tokoh al-Qaida, termasuk pemimpin utamanya, Ayman al-Zawahiri, seperti dilaporkan sejumlah media Amerika Serikat.
Keamanan di ibukota Yaman, Sanaa, ditingkatkan dengan pengerahan ratusan kendaraan lapis baja di sekitar istana presiden, sarana vital, maupun kedutaan asing, seperti dilaporkan wartawan BBC, Abdullah Ghorab.
Inggris juga telah mengevakuasi semua staf di kedutaan besarnya di Yaman, dan 19 kedutaan besar dan konsulat Amerika di kawasan Timur Tengah dan Afrika akan tetap ditutup sepanjang minggu ini.
Sejumlah laporan media Amerika mengatakan badan-badan intelijen menyadap komunikasi antara pemimpin al-Qaida Ayman al-Zawahri di Pakistan dan kepala al-Qaida cabang Yaman, Nasir al-Wuhayshi. Laporan itu mengatakan al-Zawahri memerintahkan cabang Yaman melakukan serangan paling cepat Minggu lalu. Tetapi Amerika tidak bisa memastikan waktu dan lokasi kemungkinan serangan itu.
Seruan Eropa
Menurut sebuah sumber keamanan yang tidak
bersedia disebutkan namanya, dinas intelijen Yaman mendapati puluhan
anggota a-Qaida sudah tiba di Sanaa dalam waktu beberapa hari belakangan
dari berbagai tempat untuk melaksanakan rencana serangan.Baik Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa ancaman terbaru berasal dari kelompok al-Qaida Semenanjung Arab, AQAP, namun tidak memerinci lebih lanjut.
Peringatan bagi warga Amerika untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, yang dikeluarkan pekan lalu, tetap berlaku hingga akhir Agustus.
Beberapa negara Eropa juga menutup misi mereka di Yaman dan Departemen Luar Negeri Inggris menyarankan agar warganya tidak melakukan perjalanan ke Yaman.(AP/Reuters/VOA/BBC)

Tidak ada komentar